Lewati ke konten
Literasi Hari Ini, Masa Depan Lebih Baik perpususmani@gmail.com
Perpustakaan Usmani Pusat Informasi, Literasi dan Pengetahuan Digilib
ARTIKEL LITERASI

Mengenal ISBN, ISSN, DOI, dan Apa Fungsinya?

Kategori: Literasi AkademikUntuk: Pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pembaca umumPerpustakaan Usmani Saat membaca buku, jurnal, atau artikel ilmiah, kita sering menemukan deretan angka dan huruf seperti ISBN, ISSN, dan DOI. Sekilas ketiganya…

11 September 20264 menit baca

Kategori: Literasi Akademik
Untuk: Pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pembaca umum
Perpustakaan Usmani

Saat membaca buku, jurnal, atau artikel ilmiah, kita sering menemukan deretan angka dan huruf seperti ISBN, ISSN, dan DOI. Sekilas ketiganya terlihat seperti kode biasa. Padahal, masing-masing memiliki fungsi penting dalam dunia penerbitan, perpustakaan, dan komunikasi ilmiah.

Memahami perbedaannya akan membantu kita mengenali suatu publikasi, mencari sumber akademik, serta menuliskan referensi dengan lebih tepat.

Apa Itu ISBN?

ISBN adalah singkatan dari International Standard Book Number. ISBN merupakan nomor pengenal internasional yang digunakan untuk mengidentifikasi buku atau publikasi monograf tertentu.

ISBN modern terdiri dari 13 digit. Nomor ini biasanya dapat ditemukan pada halaman informasi penerbitan atau bagian belakang buku, sering kali berdekatan dengan barcode.

Hal penting yang perlu dipahami adalah ISBN tidak sekadar menunjukkan judul buku. Edisi atau format publikasi yang berbeda dapat memiliki ISBN berbeda. Misalnya, versi cetak dan versi digital sebuah buku dapat memperoleh ISBN masing-masing.

Fungsi ISBN antara lain:

  • Mengidentifikasi buku secara spesifik.
  • Mempermudah pendataan koleksi perpustakaan.
  • Membantu proses distribusi dan penjualan buku.
  • Memudahkan pencarian informasi bibliografis.
  • Membedakan edisi atau format sebuah publikasi.

Contoh format: 978-xxx-xxxx-xx-x

Apa Itu ISSN?

ISSN adalah singkatan dari International Standard Serial Number. Berbeda dengan ISBN yang umumnya digunakan untuk buku, ISSN digunakan untuk mengidentifikasi publikasi serial atau berkala.

Contohnya adalah jurnal ilmiah, majalah, buletin, dan publikasi lain yang diterbitkan secara berkelanjutan.

ISSN terdiri dari 8 karakter yang biasanya ditulis dalam dua kelompok.

Contoh format: 1234-5678

Sebuah jurnal juga dapat memiliki identitas berbeda untuk versi cetak dan elektronik. Karena itu, kita mungkin menemukan istilah p-ISSN untuk versi cetak dan e-ISSN untuk versi elektronik.

Fungsi ISSN antara lain:

  • Mengidentifikasi publikasi berkala.
  • Memudahkan pengelolaan jurnal di perpustakaan.
  • Membantu pencarian dan pengindeksan publikasi serial.
  • Membedakan publikasi yang memiliki nama serupa.
  • Mendukung pengelolaan informasi bibliografis.

Apa Itu DOI?

DOI merupakan singkatan dari Digital Object Identifier. DOI adalah pengenal permanen yang diberikan kepada objek digital, terutama publikasi ilmiah seperti artikel jurnal, prosiding, dataset, dan publikasi akademik lainnya.

Contoh DOI dapat berbentuk:

10.xxxx/xxxxxxxx

Salah satu keunggulan DOI adalah sifatnya yang persisten. Alamat halaman sebuah artikel di situs penerbit dapat berubah, tetapi DOI dirancang untuk tetap menjadi pengenal objek tersebut.

Karena itu, ketika menemukan artikel ilmiah yang memiliki DOI, mencantumkan DOI dalam daftar pustaka sangat membantu pembaca menemukan sumber aslinya.

Fungsi DOI antara lain:

  • Memberikan identitas permanen pada objek digital.
  • Membantu menemukan artikel atau publikasi ilmiah.
  • Mempermudah penulisan dan penelusuran referensi.
  • Menghubungkan pembaca dengan sumber publikasi.
  • Membantu pengelolaan komunikasi dan sitasi ilmiah.

Jadi, Apa Perbedaannya?

Cara paling sederhana untuk membedakannya adalah:

IdentitasKepanjanganUmumnya digunakan untuk
ISBNInternational Standard Book NumberBuku dan monograf
ISSNInternational Standard Serial NumberJurnal, majalah, dan publikasi serial
DOIDigital Object IdentifierArtikel dan objek digital ilmiah

Bayangkan kita sedang membaca sebuah artikel jurnal. Jurnal tempat artikel tersebut diterbitkan dapat memiliki ISSN, sedangkan artikel individualnya dapat memiliki DOI. Jika sumber yang kita gunakan adalah sebuah buku, kita biasanya akan menemukan ISBN.

Apakah Adanya ISBN, ISSN, atau DOI Menjamin Sumber Kredibel?

Tidak selalu.

Ini merupakan hal penting dalam literasi informasi. ISBN, ISSN, dan DOI pada dasarnya berfungsi sebagai identitas atau pengenal publikasi, bukan sebagai jaminan otomatis bahwa isi publikasi tersebut berkualitas tinggi.

Sebuah sumber tetap perlu dievaluasi dengan melihat beberapa aspek, seperti kredibilitas penerbit, reputasi jurnal, identitas penulis, proses editorial, kualitas metodologi penelitian, tahun publikasi, serta kesesuaian isi dengan kebutuhan kita.

Jadi, jangan menggunakan prinsip:

“Ada DOI berarti pasti jurnal bagus.”

Lebih tepat menggunakan prinsip:

“Identitas publikasi membantu kita menemukan dan memverifikasi sumber, sedangkan kredibilitas tetap harus dinilai.”

Mengapa Pelajar dan Mahasiswa Perlu Memahaminya?

Kemampuan mengenali ISBN, ISSN, dan DOI sangat berguna ketika mengerjakan tugas sekolah, makalah, artikel, skripsi, tesis, maupun penelitian.

Misalnya, ketika menemukan sebuah artikel di internet, kita dapat memeriksa jurnal tempat artikel tersebut diterbitkan dan mencari informasi ISSN-nya. Jika artikel mempunyai DOI, DOI tersebut dapat membantu kita menemukan kembali publikasi yang sama.

Begitu pula ketika mencari buku di katalog perpustakaan. ISBN dapat membantu membedakan buku dengan judul atau edisi yang hampir sama.

Jangan Tertukar dengan URL

URL merupakan alamat suatu halaman di internet, sedangkan DOI merupakan pengenal objek digital.

Alamat URL suatu artikel dapat berubah ketika penerbit memperbarui situs webnya. DOI dirancang agar identitas publikasinya tetap konsisten meskipun lokasi daringnya berubah.

Karena alasan tersebut, DOI sangat berguna dalam dunia akademik dan pengelolaan referensi.

Kesimpulan

ISBN, ISSN, dan DOI mempunyai fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi dalam dunia informasi.

ISBN membantu mengidentifikasi buku, ISSN membantu mengidentifikasi publikasi serial seperti jurnal, sedangkan DOI memberikan pengenal persisten bagi objek digital seperti artikel ilmiah.

Memahami ketiganya merupakan bagian dari literasi informasi. Kita tidak hanya mampu menemukan informasi, tetapi juga lebih teliti dalam mengenali, memverifikasi, mengelola, dan menggunakan sumber informasi secara bertanggung jawab.

Kenali sumbernya, periksa identitasnya, lalu nilai kredibilitas isinya.

Perpustakaan Usmani
Literasi Hari Ini, Masa Depan Lebih Baik

SHARE

Bagikan artikel ini

Bermanfaat? Bagikan kepada teman Anda.

WhatsAppWhatsApp FacebookFacebook XX TelegramTelegram