Lewati ke konten
Literasi Hari Ini, Masa Depan Lebih Baik perpususmani@gmail.com
Perpustakaan Usmani Pusat Informasi, Literasi dan Pengetahuan Digilib
ARTIKEL LITERASI

Cara Mencari Referensi Jurnal yang Kredibel

Kategori: Literasi AkademikUntuk: Pelajar, mahasiswa, guru, dan pembaca umumPerpustakaan Usmani Internet menyediakan jutaan informasi yang dapat ditemukan hanya dalam beberapa detik. Namun, banyaknya informasi tersebut tidak berarti semuanya dapat dipercaya dan digunakan…

11 September 20265 menit baca

Kategori: Literasi Akademik
Untuk: Pelajar, mahasiswa, guru, dan pembaca umum
Perpustakaan Usmani

Internet menyediakan jutaan informasi yang dapat ditemukan hanya dalam beberapa detik. Namun, banyaknya informasi tersebut tidak berarti semuanya dapat dipercaya dan digunakan sebagai sumber akademik. Ketika mengerjakan makalah, karya tulis, laporan penelitian, atau tugas sekolah, kita perlu memastikan bahwa referensi yang digunakan berasal dari sumber yang kredibel.

Lalu, bagaimana cara menemukan jurnal ilmiah yang terpercaya?

Apa Itu Jurnal yang Kredibel?

Jurnal ilmiah merupakan publikasi yang memuat artikel hasil penelitian, kajian, atau pemikiran ilmiah. Jurnal yang kredibel umumnya memiliki identitas penerbit yang jelas, proses editorial, penulis dan afiliasi yang dapat diketahui, serta informasi penerbitan yang dapat diverifikasi.

Hal ini berbeda dengan artikel biasa di internet. Sebuah tulisan dapat terlihat meyakinkan, tetapi belum tentu melalui proses akademik yang memadai.

Karena itu, dalam mengerjakan tugas ilmiah, jangan hanya bertanya “Apakah informasi ini sesuai dengan topik saya?”, tetapi juga “Apakah sumber informasi ini dapat dipercaya?”

1. Mulailah dengan Kata Kunci yang Tepat

Pencarian jurnal akan lebih efektif jika menggunakan kata kunci yang spesifik. Hindari memasukkan pertanyaan yang terlalu panjang.

Misalnya, kita ingin mencari penelitian tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Dibandingkan mencari:

Bagaimana pengaruh penggunaan teknologi terhadap pembelajaran Bahasa Inggris siswa?

gunakan beberapa kata kunci seperti:

technology in English language learning
digital media AND English learning
educational technology AND student achievement

Untuk penelitian berbahasa Indonesia, kita juga dapat mencoba kata kunci yang sama dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hal ini dapat memperluas hasil pencarian.

2. Gunakan Mesin Pencari Akademik

Pencarian jurnal sebaiknya tidak hanya dilakukan melalui mesin pencari umum. Gunakan layanan yang memang dirancang untuk menemukan publikasi akademik.

Beberapa sumber yang dapat digunakan adalah Google Scholar untuk pencarian literatur ilmiah secara luas, GARUDA Kemendiktisaintek untuk publikasi ilmiah Indonesia, dan DOAJ untuk mencari jurnal open access.

Untuk mengetahui jurnal Indonesia yang terakreditasi, pembaca juga dapat memeriksa SINTA.

Perlu diperhatikan bahwa muncul di Google Scholar tidak otomatis membuat sebuah artikel berkualitas tinggi. Google Scholar merupakan alat pencarian, sehingga kualitas sumber yang ditemukan tetap perlu diperiksa.

3. Periksa Identitas Jurnal

Setelah menemukan artikel yang sesuai, jangan langsung menggunakannya. Periksa terlebih dahulu informasi publikasinya.

Lihat nama jurnal, nama penulis dan afiliasinya, tahun terbit, volume dan nomor jurnal, penerbit, serta DOI apabila tersedia. Informasi tersebut membantu kita mengetahui asal sebuah artikel dan mempermudah proses verifikasi.

DOI (Digital Object Identifier) merupakan pengenal permanen untuk dokumen digital tertentu. DOI dapat diperiksa melalui Crossref atau layanan DOI terkait.

Namun, keberadaan DOI saja juga bukan jaminan mutlak kualitas sebuah penelitian. DOI membantu mengidentifikasi publikasi, sedangkan kualitas jurnal dan penelitiannya tetap perlu dinilai secara terpisah.

4. Perhatikan Tahun Publikasi

Untuk topik yang berkembang cepat seperti kecerdasan buatan, teknologi pendidikan, media digital, kesehatan, atau perkembangan teknologi, sumber terbaru biasanya sangat penting.

Sebagai aturan praktis, kita dapat memprioritaskan penelitian beberapa tahun terakhir apabila bidangnya cepat berubah. Namun, bukan berarti semua jurnal lama harus dihindari.

Penelitian lama masih dapat digunakan apabila merupakan teori dasar, penelitian penting, atau sumber asli dari suatu konsep.

Jadi, prinsip yang lebih tepat bukan sekadar “semakin baru semakin baik”, tetapi “gunakan sumber yang paling relevan dengan kebutuhan penelitian.”

5. Jangan Hanya Melihat Judul

Judul yang sesuai belum tentu berarti seluruh penelitian relevan.

Bacalah setidaknya bagian abstrak terlebih dahulu. Dari abstrak kita biasanya dapat mengetahui tujuan penelitian, metode, subjek atau sampel, serta hasil utama penelitian.

Jika abstraknya relevan, lanjutkan membaca bagian metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan yang diperlukan.

Cara ini jauh lebih efisien daripada mengunduh banyak jurnal kemudian membaca semuanya dari awal sampai akhir.

6. Periksa Metode Penelitiannya

Referensi yang baik tidak hanya memiliki judul menarik. Kita juga perlu memperhatikan bagaimana penelitian dilakukan.

Misalnya, perhatikan siapa yang menjadi responden, berapa jumlah sampelnya, bagaimana data dikumpulkan, instrumen apa yang digunakan, serta bagaimana data dianalisis.

Kemudian tanyakan:

Apakah metode tersebut sesuai dengan kesimpulan yang dibuat peneliti?

Membaca jurnal secara kritis berarti kita tidak langsung menerima setiap kesimpulan hanya karena tulisan tersebut menggunakan bahasa akademik.

7. Periksa Reputasi dan Indeksasi

Untuk kebutuhan penelitian yang lebih serius, reputasi jurnal juga perlu diperhatikan.

Jurnal Indonesia dapat diperiksa melalui SINTA. Untuk jurnal internasional, peneliti sering mempertimbangkan basis data pengindeks seperti Scopus atau Web of Science.

Namun, indeksasi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya ukuran. Artikel tetap harus dibaca dan dinilai berdasarkan relevansi serta kualitas penelitiannya.

8. Waspadai Jurnal yang Mencurigakan

Tidak semua jurnal yang menggunakan istilah “international journal” otomatis terpercaya.

Berhati-hatilah apabila situs jurnal tidak menjelaskan penerbitnya dengan jelas, proses editorialnya tidak transparan, informasi dewan editor sulit diverifikasi, atau memberikan klaim akademik yang berlebihan.

Jangan menentukan kredibilitas jurnal hanya berdasarkan tampilan websitenya. Website yang terlihat profesional tetap perlu diverifikasi.

9. Gunakan Referensi dari Artikel Berkualitas

Ada teknik sederhana untuk menemukan referensi tambahan.

Ketika menemukan satu artikel yang sangat relevan, lihat bagian daftar pustakanya. Dari sana kita dapat menemukan penelitian terdahulu yang menjadi dasar penelitian tersebut.

Kemudian lihat pula penelitian yang mengutip artikel tersebut melalui Google Scholar.

Dengan cara ini, pencarian berkembang seperti rantai:

Artikel utama → Daftar pustaka → Penelitian terdahulu → Artikel yang mengutip → Referensi baru.

Teknik ini sangat membantu ketika kita mulai kesulitan menemukan kata kunci baru.

10. Simpan Referensi dengan Rapi

Semakin banyak jurnal yang dikumpulkan, semakin sulit mengaturnya secara manual.

Gunakan aplikasi manajemen referensi seperti Zotero atau Mendeley untuk membantu menyimpan artikel, mengelompokkan referensi, serta membuat sitasi dan daftar pustaka.

Tetap periksa hasil sitasi otomatis karena metadata suatu artikel terkadang tidak lengkap atau tidak sesuai dengan format yang dibutuhkan.

Gunakan Prinsip R.E.F.E.R.E.N.S.I

Agar mudah diingat, pembaca Perpustakaan Usmani dapat menggunakan prinsip sederhana berikut:

R — Relevan dengan topik
E — Evaluasi penulis dan penerbit
F — Fokus membaca abstrak dan metode
E — Evaluasi tahun publikasi
R — Reputasi jurnal diperiksa
E — Evidence atau bukti penelitian diperhatikan
N — Nilai kualitas metode penelitian
S — Sumber dan indeksasi diverifikasi
I — Identitas artikel dicatat dengan benar

Penutup

Mencari jurnal ilmiah bukan sekadar menemukan file PDF yang sesuai dengan kata kunci. Keterampilan yang lebih penting adalah mampu menentukan apakah informasi tersebut relevan, dapat diverifikasi, dan layak digunakan sebagai referensi akademik.

Biasakan mencari melalui sumber akademik, membaca abstrak dan metode, memeriksa identitas publikasi, membandingkan beberapa penelitian, serta mencatat sumber dengan benar.

Dengan kebiasaan tersebut, kita tidak hanya menjadi pengguna informasi, tetapi juga menjadi pembaca yang kritis dan bertanggung jawab.

Di Tulis oleh : Muhammad Khoirul Mukhlisin

SHARE

Bagikan artikel ini

Bermanfaat? Bagikan kepada teman Anda.

WhatsAppWhatsApp FacebookFacebook XX TelegramTelegram